Nama :
Aditya
Mahardianto
Nim : 1471510469
Nama Dosen : Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom
Fakultas : Ilmu Komunikasi
Mata Kuliah : Komunikasi Massa
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
Nim : 1471510469
Nama Dosen : Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom
Fakultas : Ilmu Komunikasi
Mata Kuliah : Komunikasi Massa
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
RANGKUMAN
KERUNTUHAN JURNALISME
Buku KERUNTUHAN
JURNALISME menceritakan bahwa jurnalis saat ini sudah melalui kekacauan dalam
segi kode etik. Tengoklah pertarungan media pada pemilihan umu legislatif dan
pemilihan presiden 2014. Mereka terbelah secara tajam dan sarkastis, bahkan
mengar ke konflik. Tidak ada lagi ada penghargaan terhadap ‘profesi agung dan
mulia,’ bernama wartawan; etika jurnalistik hanya bahasa di langit
kode etik di buang ke tong sampah.
Apa lagi jurnalistik saat ini sering menerima suap unutk membayar berita supaya
tidak ditayangkan di dalam media. Hukum kode etik jurnalistik mengharamkan cara
suap atau membayar berita agar kejelekan dan kejahatan para tokoh yang terkait
tidak di ketahui oleh masyarakat kita. Seharusnya para jurnalistik tau bahwa
suap atau membayar berita itu adalah tindakan yang sangat tidak benar dan
seharusnya para jurnalisik huarus memberikan berita yang jujur dan apa adanya.
Apa lagi ada budaya copy paste, dalam konteks ini budaya copy paste sangatlah
sering di jumpai dalam dunia jurnalis. Budaya ini wartawan sangatlah malas
untuk meliput berita. Maka dari itu mereka mengcopy paste karya wartawan lain
agar supaya wartawan yang copy paste di anggap meliput suatu berita. Padahal
cara itu dianggap cara yang salah dalam dunia jurnalistik tetapi mereka malah
mehiraukan saja dan hingga saat inipun masih di gunakan oleh para wartawan
kita. Maka dari itu Bapak Dudi Iskandar ingin memberitahu kepada masyarakat
bahwa di Indonesia mengalami kekacauan dalam dunia jurnalistik.
Yaitu pembahasanya
dalam buku ini adalah :
BAB 1:
Pada Bab 1 buku ini membahas tentang indikator
runtuhnya jurnalisme di Indonesia yaitu tentang bagaimana berbagai pihak media
mengeluarkan pemberitaan yang tidak berimbang dan hanya bertumpu pada satu
pihak yang dimulai sejak pilpres 2014. Juga membahas tentang wartawan yang
mendapatkan amplop besar dari para pelaku politik. Budaya copy
paste turut dibahas mengenai wartawan yang sepakat membuat berita yang
merupakan karya wartawan lain dengan mengubah isi dari berita tersebut.
Jurnalisme pembuat heboh yang membuat keheboban berita pada jatuhnya rezim
Soeharto. Jurnalisme tanpa konfirmasi yang membahas tentang berita palsu tanpa
ada keterkaitan atau sepengetahuan dari pihak yang diberitakan. Serta yang
terakhir membahas tentang pihak media yang membuat berita tanpa menggunakan
etika Jurnalistik.
BAB 2:
Pada bab ini membahas tentang postmodernisme
yang berisikan tentang gejala postmodernisme, ajaran pokok, karakteristik,
tokoh. Cultural studies yang berisikan tentang kegalauan sematik, sejarah,
definisi, asumsi dasar, paradigma, tokoh kunci.
BAB 3:
Pada bab ini membahas tentang jurnalisme dan
citizen journalism yang berisikan kooptasi media. Jurnalisme dan ideologi.
Jurnalisme dan Konvergensi Media yang juga berisikan tentang jurnalistik interpretatif.
Jurnalisme dan Krisis Berita. Jurnalisme dan Media Baru yang juga berisikan
tentang krisis jurnalistik, waktu dan jurnalisme, internet dan jurnalisme.
Jurnalisme dan Pencarian Core Mining. Jurnalisme dan Pertukaran Makna.
Jurnalisme Interpretatif yang juga berisikan tentang contoh berita dari
berbagai media dan melencengnya profesi wartawan sebagai pemuat berita bagi
masyarakat. Jurnalisme, Agama dan Pertanggungjawaban.
RESENSI BUKU KERUNTUHAN JURNALISME
Identitas Buku.
Judul Buku : Keruntuhan Jurnalisme
Penerbit : Lentera Ilmu Cendekia
Penulis : Dudi Sabil Iskandar
Jumlah Halaman : 152 Halaman
Jumlah Bab : 3 Bab
Tahun Terbit : 2015
Judul Buku : Keruntuhan Jurnalisme
Penerbit : Lentera Ilmu Cendekia
Penulis : Dudi Sabil Iskandar
Jumlah Halaman : 152 Halaman
Jumlah Bab : 3 Bab
Tahun Terbit : 2015
TENTANG PENULIS
Dudi Sabil Iskandar,
Lahir di Bandung pada 5 Maret 1972. Menyelesaikan kuliahnya di jurusan Dakwah
Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada tahun 1996.
Melanjutkan pendidikan ke tingkat magister di Pascasarjana Universitas Mercu Buana
pada tahun 2012, dengan spesialis Political Communication. Sejak Maret 2012,
menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi di Universitas Budi Luhur, serta
di beberapa universitas lainnya.
Selama 12 tahun menjadi wartawan di berbagai media cetak dan online. Puluhan tulisan dimuat di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Republika, Seputar Indonesia, Sinar Harapan Pikiran Rakyat, dan Majalah Panji Masyarakat, serta di beberapa jurnal ilmiah komunikasi.
Delapan buah buku yang telah ditulis dan dieditnya. Antara lain; Rekonstruksi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI bersama Andito (1998), Keajaiban di Tanah Suci Saat Haji dan Umrah (2004), Haji ; Antara Aroma Bisnis dan Tarikan Spiritual (Editor) (2005), Menggapai Demokrasi; Jejak Politik HR Syaukani bersama Hery Susanto dan Ali Amran Hasibuan (2006), Perjalanan Sebuah Bangsa; Catatan 80 Tokoh Nasional (2008) bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masrur (2013), dan Jejak Prestasi Olahraga Indonesia; SEA Games, Asean Games, dan Olimpiade 1951-2011 (2012), KNPI; Sebuah Analisis tentang Sebuah Konflik, Media, dan Paradigma (bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masruru, 2013), serta Dari Bangku Sekolah ke Medan Perang (bersama Israr Iskandar, 2013). Dan buku ini adalah buku pertamanya yang merupakan karya intelektual yang ditulisnya sendiri.
Selama 12 tahun menjadi wartawan di berbagai media cetak dan online. Puluhan tulisan dimuat di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Republika, Seputar Indonesia, Sinar Harapan Pikiran Rakyat, dan Majalah Panji Masyarakat, serta di beberapa jurnal ilmiah komunikasi.
Delapan buah buku yang telah ditulis dan dieditnya. Antara lain; Rekonstruksi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI bersama Andito (1998), Keajaiban di Tanah Suci Saat Haji dan Umrah (2004), Haji ; Antara Aroma Bisnis dan Tarikan Spiritual (Editor) (2005), Menggapai Demokrasi; Jejak Politik HR Syaukani bersama Hery Susanto dan Ali Amran Hasibuan (2006), Perjalanan Sebuah Bangsa; Catatan 80 Tokoh Nasional (2008) bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masrur (2013), dan Jejak Prestasi Olahraga Indonesia; SEA Games, Asean Games, dan Olimpiade 1951-2011 (2012), KNPI; Sebuah Analisis tentang Sebuah Konflik, Media, dan Paradigma (bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masruru, 2013), serta Dari Bangku Sekolah ke Medan Perang (bersama Israr Iskandar, 2013). Dan buku ini adalah buku pertamanya yang merupakan karya intelektual yang ditulisnya sendiri.
TUJUAN BUKU
Buku Keruntuhan Jurnalisme ini
di tulis oleh Dudi Iskandar, yang
menggeluti bidang jurnalis sebagai wartan selama ±12tahun lamanya. Pada januari
2015 buku ini telah diliris. buku ini bertujuan untuk mengetahui kepada pembaca
tentang sepenggal kekawatiran,seonggok ketakutan,segumpal kekecewaan terhadap
dunia jurnalisme yang didalam isi buku tersebut terdapat definisi serta sisi
lain terjadi masalah Jurnalisme.
ISI BUKU
Buku Keruntuhan Jurnalisme di tululis berdasarkan
pemikiran kritis oleh Dudi Iskandar tentang apa yang sesungguhnya terjadi
pada dunia jurnalisme kita saat ini. Indikator keruntuhan jurnalisme, yaitu mengungkap pelanggaran para
pers dan media di Indonesia yang membuat berita hanya berdasarkan kepentingan
dan jauh dari kode etik jurnalisme. Dalam buku ini juga dibahas tentang
penyebab keruntuhan jurnalisme yang disebabkan oleh postmodernisme dan cultural
studies. Dan pada bab terakhir buku ini menjelaskan tentang kemunculan
jurnalisme baru yang seiring perkembangan zaman akan ada inovasi-inovasi baru
yang banyak bermunculan.
KEKURANGAN BUKU
1. Cover Buku ini kurang
menarik, karna agak mengerikan
2. Beberapa kata yang ada pada
buku sulit di pahami
3. Bahasa pada buku ini kurang
dipahami karena tidak semua pembaca mengerti
dari arti kata-katanya.
4. Masih ada pembahasan yang
tidak perlu di jelaskan
KELEBIHAN BUKU
1. Memberitahu masyarakat
tentang apa itu Jurnalisme
2. Menginformasikan bagaimana
kedepan tentang ilmu Jurnalisme
3. Buku ini menerangkan
beberapa kasus-kasus yang terjadi di Indonesia
4. Judul buku sangat menarik,
sehingga membuat orang penasaran untuk membacanya
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan dalam
buku bahwa inilah dunia jurnalisme, media yang ada di Indonesia saat ini
membuat prihatin banyak orang. Mengetahui bahwa sikap transparan pada
jurnalisme sangat penting dan harus dilakukan oleh jurnalis-jurnalis yang akan
datang agar kebenaran informasi di Indonesia bisa terlaksana dengan baik dan
benar
